Kamis, 13 Januari 2011

Arsip Kategori: referensi blog
Ketika Menulis Adalah Suatu Pelampiasan…

* April 14, 2009 – 2:01 pm
* Ditulis dalam Opini, referensi blog
* Bertanda curhat, Opini
* Komentar (3)

writingSiang ini saya sedang iseng blogwalking. Mengklik salah satu link dalam dasbor WordPress saya dan menemukan sebuah blog yang usernya adalah seorang wanita (dilihat dari cara menulisnya sepertinya wanita juga). Sebut saja namanya Mbak Ning. Isi blognya bagus. Tampaknya sudah sering menulis artikel. Tulisannya enak dibaca. Mengalir begitu saja. Dalam blognya, Mbak Ning menceritakan tentang kehidupannya dan opininya. Semua tulisannya saya menyukainya. Lalu saya penasaran ingin mengetahui siapakah Mbak Ning ini. Bisa menulis artikel sebagus dan sesantai ini. Lumayan untuk referensi (hehehe…).

Kubuka tab Tentang BeNing yang saya tahu pasti menggambarkan tentang siapakah sang pemilik blog. Rupanya sang pemilik blog adalah wanita yang dinamis (menurut saya). Dan cukup misterius karena tidak ingin menampilkan semua biodatanya secara lengkap (karena memang begitu kenyataannya. hehehe…). Ada suatu kalimat yang membuat saya tertarik. Kalimat itu mengatakan “Menulis membuat energiku tersalurkan dengan baik”. Aku kembali berfikir. Ada betulnya juga kalimat itu.

Menulis bagi saya adalah lebih dari sekedar pelampiasan. Entah pelampiasan dari rasa marah yang berlebihan atau pelampiasan dari rasa senang yang meledak-ledak. Menulis menurut saya adalah suatu pembelajaran agar kita menjadi lebih bijaksana. Dari tulisan-tulisan yang dihasilkan pun dapat dilihat seperti apa diri kita, jati diri kita. Menulis adalah lebih dari sekedar alternatif untuk menjadi manusia yang lebih baik. Karena dengan menulis berarti kita membutuhkan lebih banyak referensi untuk menulis. Dengan membutuhkan referensi itu lah maka kita harus membaca. Dan dengan membaca, kita memiliki wawasan yang luas.
My Opinion About… Love…

* Desember 1, 2008 – 6:10 pm
* Ditulis dalam Opini, referensi blog
* Bertanda romantic thing
* Komentar (1)

Pada postingan kali ini saya akan memberi komentar salah satu dari puluhan comment (ciiieeeee… kayak udah famous aja ni blog) yang telah masuk di blog ini. Dia bertanya:

cinta itu apa ya..?
Please,cariin dong puisi arti dari cinta….!

Jika saya diminta untuk mendefinisikan arti dari cinta, maka saya (duh… jadi kayak if… then gitu) akan menjawabnya. Tapi maaf jika jawaban saya mungkin agak mengecewakan, karena menurut saya sendiri cinta itu anugrah dari Allah Swt., merupakan sesuatu yang abstrak, hanya dapat dirasakan oleh hati. Tapi mungkin saya sependapat dengan nasyid dari Snada yang berjudul “Arti Cinta”.

Mengenai puisi yang menyatakan arti dari cinta, saya dapat dari salah satu komentar dari blog milik mas Galih Satria (lagi-lagi dia. he’s my inspiration soalnya). Isinya sebagai berikut:

Ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya
sejalan dengan kita, kita bergabung dengannya dan
jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan
Cinta.

Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu menitikkan
air mata dan masih peduli terhadapnya, adalah ketika
dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih menunggunya
dengan setia.

Apabila cinta tidak bertemu, bebaskan dirimu, biarkan
hatimu kembali ke alam bebas lagi, kau mungkin
menyadari, bahwa kamu menemukan cinta dan
kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati kamu tidak
perlu mati bersama cinta itu.

Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu
mendapatkan keinginannya, melainkan mereka yang tetap
bangkit ketika mereka jatuh, entah bagaimana dalam
perjalanan kehidupan, kamu belajar lebih banyak
tentang dirimu sendiri dan menyadari bahwa penyesalan
tidak seharusnya ada, cintamu akan tetap dihatinya,
sebagai penghargaan abadi atas pilihan-pilihan hidup yang
telah kau buat.

Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan, melainkan
bagaimana kamu mengerti, bukanlah apa yang kamu lihat,
melainkan apa yang kamu rasa, bukanlah bagaimana kamu
melepaskan, melainkan bagaimana kamu bertahan.

Lebih menyakitkan menangis dalam hati dari pada
menangis tersedu atau mengadu, air mata yang keluar
dapat dihapus, sementara air mata yang tersembunyi
menggoreskan luka dihatimu yang tidak akan pernah
hilang.

Mungkin akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti
mencintai seseorang, bukan karena orang itu berhenti
mencintai kita melainkan karena kita menyadari bahwa
orang itu akan lebih berbahagia apabila kita
melepaskannya.

Namun bila pun kau benar-benar mencintai seseorang, jangan
lepaskan dia, bila dia tak membalasmu, barangkali dia
tengah ragu dan mencari, jangan percaya bahwa
melepaskan berarti kamu benar2 mencintai tanpa suatu
balasan, mengapa tak berjuang demi cintamu? mungkin
itulah cinta sejatimu.

Kadang kala, orang yang paling mencintaimu adalah
orang yang tak pernah menyatakan cinta padamu, karena
kau takut berpaling dan memberi jarak, dan bila ia
suatu saat pergi, kau akan menyadari ia adalah cinta
yang tidak kamu sadari.

Maka mengapa kau tak mengungkapkan cintamu, bila kau
memang mencintainya, meskipun kau tak tahu apakah
cinta itu ada juga padanya?

Agak panjang ya? Tapi saya suka banget lho sama kata-kata diatas.

OK! Semoga kalian suka dengan kata-kata diatas dan dapat menjadi inspirasi untuk kita semua untuk selalu berkarya (ngeblog maksudnya. hehehe…)

Cheers!!! :D
Cinta yang Sederhana

* November 30, 2008 – 11:36 pm
* Ditulis dalam referensi blog
* Bertanda romantic thing
* Komentar (13)

Aku ingin jatuh cinta padamu secara sederhana saja,
sesederhana cinta rumput kepada kekasihnya
Tanpa indahnya mahkota bunga
Tanpa semaraknya warna-warni kelopak bunga

Aku ingin jatuh cinta padamu secara sederhana saja
seperti kepercayaan rumput kepada angin
yang menyampaikan pesan kepada kekasihnya
sederhana, tulus, tanpa pamrih…

Rasanya tenang banget setelah baca puisi ini. Entah karena saya sedang jatuh cinta, atau saya senang dengan puisi-puisi bertemakan cinta. Tapi setelah dipikir-pikir, memang cinta itu hal sederhana yang dapat menjadi hal yang tidak sederhana jika kita salah menyikapinya.

Kadang cinta itu dapat berubah menjadi benci. Padahal mereka lupa bahwa cinta pernah menyatukan mereka, bahwa cinta pernah memberi kebahagiaan diantara keduanya, bahwa cinta pernah memberi mereka semangat dalam menjalani hari-hari sulit mereka, dan sebagainya. Maka dari itu, cintailah seseorang dengan sederhana. Jangan berlebihan, jangan pula terlampau biasa. Dimulai dari rasa percaya. Seperti kepercayaan rumput kepada anginnya…

nb: puisi diatas dapat anda lihat di blog Galih Satria
Revolusi!

* November 30, 2008 – 4:43 pm
* Ditulis dalam referensi blog
* Bertanda romantic thing
* Komentar (15)

Setelah saya pikir-pikir lagi, akhirnya diambil keputusan untuk mengganti kata “gw” di blog ini, menjadi “saya”. Perubahan ini terinspirasi setelah saya membaca sebuah blog yang isinya puisi yang “menyentuh” banget. Akhirnya saya memutuskan untuk membaca isi blog tersebut yang berhubungan dengan sesuatu yang melankolis (karena kebetulan ada tag-nya). Ternyata puisi-puisi di blog itu, semuanya romantis!!! (menurut saya sih gitu). Setelah saya amati, si pembuat blog menyebut dirinya sendiri dengan panggilan “saya”. Ternyata “saya” tidak terkesan terlalu formal. Malah terkesan santun dan indah. Entah karena orang tersebut memang pandai menguraikan isi hatinya ke dalam kata-kata, atau memang kedengarannya seperti itu, saya tidak tahu.

Di salah satu puisinya, dia menulis

Izinkan aku jatuh cinta padamu
Menikmati getar-getar aneh ketika bersamamu
Merasakan sakitnya merindukan senyumanmu

Izinkan aku melindungimu
Meskipun di depanmu,
aku bahkan tak sanggup melindungi diriku sendiri
Dan ketika lututku bergetar hingga jatuh berlutut
Aman dan damai terasa tatkala auramu melingkupi jiwaku

Bukanlah bunga candu yang membuatku limbung
Bukanlah harum sedap malam
Bukan pula pesona mahkota mawar
Namun tidak pula kesederhanaan violet

Entahlah, aku tak tahu
Yang aku tahu adalah…
bahwa aku cinta padamu.

Menurut saya itu salah salah satu puisi romantis yang pernah saya baca. Dan itu sangat menyentuh sekali. :”>

Saya menyukai puisi-puisi romantis karena itu menggambarkan bahwa orang tersebut pandai menguraikan apa yang dapat ia rasa.

Tapi rata-rata puisi yang ia buat menggambarkan tentang jatuh cinta. Ternyata cinta itu bisa mengubah seseorang sehingga ia dapat membuat ratusan puisi indah setiap harinya. Cinta juga bisa mengubah seseorang sehingga ia dapat membuat ratusan lagu-lagu romantis setiap harinya. Buktinya, sebagian besar pencipta lirik lagu mendapatkan inspirasi dari pengalaman cinta mereka.

Ok kayaknya sekian dulu postingan hari ini. Mengenai perubahan yang terjadi dalam blog ini (perubahan kata “gw” menjadi “saya”), mohon komentarnya. Dan buat yang penasaran blog siapa yang saya maksud, bisa di lihat di blog milik Galih Satria.

Arigato!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar